Sabtu

Manny Pacquiao, antara prestasi dan keteladanan

Tahukah anda, bahwa pertandingan tinju paling ditunggu tahun ini telah berlangsung pada hari Minggu lalu, 2 Mei 2009, di MGM Grand Hotel, Las Vegas, AS. Pertandingan ini disaksikan sekitar 16.000 orang di MGM Arena, dan jutaan orang lainnya di pelosok dunia, termasuk di sudut ruangan tempat tinggal saya di Bekasi. Bagaimana tidak, sang Petinju adalah salah satu atlet terbaik tinju yang dimiliki rakyat Philippine dan dunia telah mengukir sejarahnya. Rekornya sudah 49 kali menang (37 KO), 3 kali kalah dan 2 kali seri. Pac Man (julukan sang petinju) adalah juara dunia di dengan 6 gelar berbeda, dan kemenangan kemarin juara versi IBO kelas welter ringan yang direbutnya dari Ricky Hatton, jagoan Inggeris asal Manchester dalam waktu 2 menit 59 detik, di ronde kedua. Sungguh sayang untuk dilewatkan, saya adalah penggemar Pac Man. Hak siar siaran langsung di Indonesia dibeli oleh Tv One.

Pac Man sendiri merasa terkejut dengan kemenangan mudah yang diraihnya dari Hatton, karena menurutnya Hatton punya catatan yang prestasi yang mengagumkan juga, yaitu 45 kali menang dan 2 kali kalah. Manager Ricky Hatton, Gareth Williams mengatakan bahwa Pacquiao adalah seorang petinju pound for pound terbaik di dunia saat ini, bahkan mungkin sepanjang sejarah. William mengatakan hal tersebut disela-sela ucapan selamat kepada lawan petinjunya. Gelar juara dunia sang jagoan Philippine yang dikantongi adalah di kelas terbang, bantam super, kelas bulu dan kelas ringan, semuanya ada 6 gelar sekaligus. Wow fantantis !
Pacquiao pada Desember lalu berhasil menumbangkan petinju legendaris Oscar De La Hoya dengan kemenangan KO. Jagoan Mexico itu sebelumnya adalah raja ring yang sangat ditakuti lawan-lawannya. Pac Man memang seorang petinju terbaik dunia saat ini dengan mengalahkan petinju-petinju terbaik yang dimiliki dunia tinju, seperti Erick Morales, Marco Antonio Barrera, Juan Manuel Marquez, Oscar De La Hoya termasuk Ricky Hatton kemarin. Pacquiao tinggal menunggu kembalinya Floyd Mayweather.
Pacquiao lahir di Kibawe, Bukidnon, Mindanao pada 17 Desember 1978. Alamat terakhirnya tercatat di General Santos City, South Cotabato, Philippine. Dia menikah dengan Jinkee Pacquiao dan mempunyai 4 orang anak. Sekarang dia telah menjadi seorang bintang dan jutawan terkenal di dunia, dan rakyat Philippina telah menjadikan dia menjadi seorang Pahlawan Nasional. Tetapi menurut orang terdekat yang mengenal pribadi sang bintang bahwa satu hal yang tidak berubah dari hidupnya adalah kerendahan hatinya dan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya.
“Akan sangat penting bagiku untuk menang di 6 divisi berbeda, ini demi rakyat negeriku,” ujarnya sebelum bertanding.
“Aku sudah berkorban demi keluargaku dan negaraku. Aku sudah mendedikasikan hidupku untuk mereka dan untuk tinju,” tambah sang bintang yang dikenal sangat mencintai keluarganya itu. Dulu hidup keluarganya cukup menderita, sama seperti kebayakan rakyat di negara ketiga. Kini ia sudah membuktikan perjuangannya dengan mengangkat derajat keluarga ke taraf hidup yang lebih baik dengan cara yang sangat terpuji yaitu dengan kerja keras dan berprestasi.
“Menjadi seorang juara dunia di 6 kelas akan membuat orang menaruh namaku di sejarah tinju dan itu akan menjadi warisan saya kelak, “ tegasnya.
Juru bicara kepresidenan Philippine berkata atas kemenangannya kemarin, “Presiden Arroyo bersama seluruh rakyat bersyukur kepada Tuhan atas kemenangan Pacquiao. Dia telah memperlihatkan kepada seluruh dunia sisi terbaik dari Philippine.”
Presiden Philippine, Gloria Macapagal Arroyo yang tengah berkunjung ke Mesir, mengumumkan satu hari libur nasional untuk menyambut kepulangan sang Pahlawan. Diberitakan, pasca kemenangan Pacquiao, jutaan rakyat Philippine bergembira di jalan-jalan umum. Ribuan orang berkonvoi sepeda motor memadati jalan-jalan kota Metro Manila sambil membunyikan klakson. Pemandangan yang bertolak belakang dimana pada saat pertandingan berlangsung, jalanan kota sangat lengang. Tidak ada laporan tindak kriminal. Semua seperti tersihir menyaksikan petinju kebanggannya. Dilaporkan, perang terhenti antara MILF (kelompok bersenjata muslim) dengan tentara nasional Philippine. Para milisi MILF dikabarkan pulang kampung dari gerilya untuk menyaksikan Pacquiao melalui televisi, sedangkan tentara nasional dikabarkan berkumpul di stadion-stadion militer milik pemerintah. “Seandainya Pacquiao bertanding setiap hari, negara kami akan aman dan damai,” seloroh pejabat pemerintah.

Sekarang mau apa? “Ini merupakan kemengan luar biasa buat saya, seperti saat saya mengalahkan Oscar De La Hoya. Sekarang saya hanya ingin pulang dan berlibur bersama keluarga, “ kata Pacquiao.

Saya termenung sebentar, mengingat jagoan Indonesia Chris John. Apakah dia bisa berprestasi seperti Pac Man? Maaf, saya tidak bermaksud membanding-bandingkan Pac man dan The Dragon. Dia mungkin tidak sefenomenal Pacquiao, tetapi dengan dukungan dan doa masyarakat Indonesia dia akan bisa mempertahankan gelarnya dan gelar juara dunianya telah dipertahankan untuk yang ke 11 kalinya. Waktu itu, dia sendiri sudah berada di Houston, AS untuk persiapan melawan tuan rumah Rocky Juarez (Februari 2009). Rocky Juarez adalah petinju berpengalaman karena pernah bertarung dengan Marquez dan Barrera. Catatan prestasi Rocky Juarez adalah 28 – 4 (20 KO).
Apakah ada peluang Chris John bertarung dengan jagoan Philippine Pac Man ? Ada ! Akan tetapi ada beberapa pertarungan yang harus dijalani Christ John, bisa bertemu Vasques dan Rafael Marquez. “Saya akan senang bila bisa melawan Manny Pacquiao,” tandas petinju usia 29 tahun itu. Chris John sendiri berkata bahwa ia akan bertarung melawan siapapun petinju yang ingin melawannya. Catatan rekor Christ John sejauh ini adalah 42 – 0 (22 KO) seri 2 kali. Pertarungan dengan Rocky Juaez sendiri dinyatakan seri dengan nilai 114 – 114. Besar kemungkinan, The Dragon akan menggelar pertandingan ulang melawan Rocky Juarez.

Petinju muda Indonesia lainnya, asal Kalimantan Barat, yang mempunyai gaya bertarung seperti Pacquiao, dengan pukulan cepat dan akurat serta bertenaga adalah pertinju nasional Daud ‘Cino’ Jordan. Petinju muda ini diharapkan akan menjadi jagoan Indonesia selanjutnya dimasa yang akan datang, yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Debut tinju pro dilakukan melawan Ansori Anhar pada Agustus 2005. Waktu itu, dia menang KO ronde pertama dari 6 ronde yang direncanakan. Namanya terus melesat dikancah nasional dan beberapa kali bertanding ke luar negeri bahkan ke AS. Saat ini Daud Jordan dikontrak oleh Golden Boy Promotions milik Oscar De La Hoya. Semoga Daud Cino Jordan bisa ‘berbicara lebih banyak’ di kancah dunia pada waktu yang akan datang. Petinju ini masih sangat muda, kelahiran 10 Juni 1986, tentu masih terbuka lebar pintu prestasi.
“Tinju tidak indentik dengan badan besar pasti menang, walaupun badan besar tetapi tidak menggunakan otak saat bertanding pasti akan kalah. Jadi petinju harus memiliki otak cerdas, apalagi ditunjang power yang kuat,” katanya.
Semoga lahir bintang-bintang tinju lainnya di Indonesia yang bisa berprestasi di tingkat dunia. Keberadaan Pacquiao, semoga menjadi pemacu dan teladan bagi generasi muda Indonesia, bahwa prestasi diraih dengan kerja keras dan disiplin. Setelah berprestasi dan menjadi bintang, tetap rendah hati dan cinta tanah air dan bangsa. Maju terus generasi muda Indonesia!! Berprestasi tanpa narkoba !

By : Tommy M j Sihotang
Sumber : detiksport (photo), kompas, detik forum, wikipedia Pakkat News

0 Comments: